Dalam pemaparannya, beliau merinci bahwa di dalam Ramadhan terdapat dua “kurikulum utama” yang harus dijalani dengan kesungguhan.
Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an, sebagaimana disebutkan dalam Al-Baqarah ayat 185:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk:
Memperbanyak tilawah
Tadabbur ayat-ayat Allah
Menguatkan interaksi harian dengan Al-Qur’an
Madrasah ini mendidik akal dan hati, agar hidup berlandaskan petunjuk (hudan) dan memiliki kemampuan membedakan yang hak dan batil (furqan).
Selain pendidikan ruhiyah melalui Al-Qur’an, Ramadhan juga merupakan madrasah sosial melalui infak dan sedekah.
Disampaikan bahwa dalam banyak ayat Al-Qur’an, perintah berinfak seringkali disandingkan dengan perintah jihad. Hal ini menunjukkan betapa tinggi dan strategisnya nilai pengorbanan harta dalam perjuangan umat.
Sebagai implementasi nyata dari Madrasah Infak dan Sedekah, Panitia Ramadhan tahun ini membuka program:
Program ini bertujuan untuk:
Meningkatkan kebersihan dan kenyamanan jamaah
Mendukung kekhusyukan ibadah
Memperbaiki fasilitas yang menjadi bagian penting dari thaharah (bersuci)
Fasilitas wudhu dan sanitasi adalah bagian fundamental dalam ibadah. Perbaikannya bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi investasi jangka panjang untuk kualitas ibadah jamaah.
Total kebutuhan dana untuk program ini diperkirakan sekitar:
Ini adalah peluang emas untuk menguatkan diri dalam Madrasah Infak dan Sedekah Ramadhan.